adf.ly

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Mei 2011

Gampang Lupa karena Otak Menyusut



Tahukah anda bahwa otak manusia akan mengalami penyusutan seiring dengan bertambahnya usia? Diperkirakan, setelah berumur 60 tahun ada penyusutan di otak sebesar setengah sampai satu persen setiap tahunnya.

Dampak yang jelas terlihat akibat penyusutan otak ini adalah mulai berkurangnya daya ingat dan sering lupa atau demensia.

"Jadi, jangan heran kalau orang yang usia lanjut sudah mulai merasakan sering lupa. Itu wajar, dan merupakan bagian dari poses penuaan," kata Raul Sibarani, spesialis saraf dalam seminar awam tentang demensia di MRCCC Siloam, Jakarta, Sabtu, (14/5/2011).

Menurut Raul, bagian otak yang lebih awal mengalami penyusutan adalah hipokampus. Bagian otak ini berperan untuk merekam rangsangan-rangsangan dari luar untuk bisa masuk atau direkam dalam otak.

Hipokampus merupakan bagian dari sistem limbik dan berperan pada kegiatan mengingat (memori) dan navigasi ruangan. Istilah hipokampus diturunkan dari bentuknya pada potongan koronal yang menyerupai kuda laut.

Pada pasien yang mengalami demensia Alzheimer, kata Raul, hipokampus menjadi bagian otak yang pertama kali mengalami kerusakan. Pada penderita Alzheimer, proses berkembangnya kerusakan pada sel-sel otak di hipokampus bukanlah bagian normal dari penuaan.

"Kesulitan mengingat dan kehilangan orientasi menjadi gejala utamanya," jelasnya.

Selain karena kerusakan hipokampus, demensia Alzheimer dapat juga disebabkan terganggunya sel saraf yang disebut sinaps. Sinaps adalah hubungan antara sel saraf yang satu dengan yang lain, atau komunikasi sel saraf satu dengan yang lain.

Raul menjelaskan, seseorang yang sel sarafnya bagus, tapi kalau sinapsnya terganggu, maka otomatis akan terganggu pula proses berpikirnya. "Jadi demensia Alzheimer itu sebetulnya, yang terganggu adalah sel saraf yang satu dengan yang lain," terangnya.

Pada pasien Alzheimer, kerusakan sinaps disebabkan oleh adanya suatu enzim yang menyebabkan adanya penumpukan plak-plak di otak. "Jangan heran kalau otak penderita Alzheimer itu diotopsi, dibuka ternyata ada plak-plak, seperti item-item. Itu menandakan terjadi kerusakan," pungkasnya.

Share111

Rabu, 20 April 2011

Bahaya Radiasi Nuklir bagi Tubuh



JEPANG tak hanya mengalami bahaya gempa dan tsunami dahsyat. Dampak radiasi akibat meledaknya pembangkit listrik tenaga nuklir di Fukushima kini mengkhawatirkan. Kontaminasi radioaktif dapat menimbulkan masalah kesehatan manusia. Seperti apa efek radiasi tersebut?

Bahaya baru mengancam Jepang pascagempa bumi disertai tsunami. Itu karena beberapa pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Jepang mengalami kerusakan. Ancaman bahaya kontaminasi radioaktif akhirnya muncul ke permukaan.

Radioaktif adalah sejenis zat yang berada di permukaan atau di dalam benda padat, cair atau gas yang kehadirannya berbahaya bagi tubuh manusia. Radioaktif berasal dari radionuklida (radioisotop) sebuah inti tak stabil akibat energi yang berlebihan.

Menurut situs atomicarchive.com, setidaknya ada tujuh efek yang berbahaya bila tubuh manusia terkena bocoran radioaktif dari PLTN. Efek itu bisa berbahaya bagi rambut, organ tubuh seperti otak, jantung, saluran pencernaan, kelenjar gondok, sistem peredaran darah, dan saluran reproduksi.

*Rambut. Efek paparan radioaktif membuat rambut akan menghilang dengan cepat bila terkena radiasi di 200 Rems atau lebih. Rems merupakan satuan dari kekuatan radioaktif.

*Otak. Sel-sel otak tidak akan rusak secara langsung kecuali terkena radiasi berkekuatan 5000 Rems atau lebih. Seperti halnya jantung, radiasi membunuh sel-sel saraf dan pembuluh darah dan dapat menyebabkan kejang dan kematian mendadak.

*Kelenjar Gondok. Kelenjar tiroid sangat rentan terhadap yodium radioaktif. Dalam jumlah tertentu, yodium radioaktif dapat menghancurkan sebagian atau seluruh bagian tiroid.

*Sistim Peredaran Darah. Ketika seseorang terkena radiasi sekitar 100 Rems, jumlah limfosit darah akan berkurang, sehingga korban lebih rentan terhadap infeksi. Gejala awal mirip seperti penyakit flu. Menurut data saat terjadi ledakan Nagasaki dan Hiroshima, menunjukan gejala dapat bertahan selama sepuluh tahun dan mungkin memiliki risiko jangka panjang seperti leukimia dan limfoma.

* Jantung. Jika seseorang terkena radiasi berkekuatan 1000 sampai 5000 Rems akan mengakibatkan kerusakan langsung pada pembuluh darah dan dapat menyebabkan gagal jantung dan kematian mendadak.

*Saluran Pencernaan. Radiasi dengan kekuatan 200 Rems akan menyebabkan kerusakan pada lapisan saluran usus dan dapat menyebabkan mual, muntah dan diare berdarah.

* Saluran Reproduksi. Radiasi akan merusak saluran reproduksi cukup dengan kekuatan di bawah 200 Rems. Dalam jangka panjang, korban radiasi akan mengalami kemandulan.

Melihat bahayanya dampak dari radiasi radioaktif ini, pemerintah Jepang langsung menetapkan kondisi siaga menyusul potensi kebocoran radioaktif pada lima reaktor nuklir di dua lokasi. Tiga ribu warga yang tinggal di sekitar reaktor nuklir Fukushima Daiichi dengan radius 10 km langsung dievakuasi.

Sebanyak 14.000 warga yang tinggal di bagian timur laut Jepang masih di lokasi Daiichi, turut juga diungsikan setelah mendapat peringatan dari Tokyo Electric Power Co. Jepang memiliki54 reaktor dan 10 di antaranya telah ditutup terkait bencana gempa dan tsunami yang menimpa wilayahnya. Sebanyak 30 persen pasokan listrik di Jepang berasal dari tenaga nuklir. (vvc)

Radiasi Nuklir sangatlah ber bahaya bagi Tubuh...
waspadalah.... waspadalah.... hehehhe

Selasa, 05 April 2011

Kurangi Kalori, Minum Air Putih!



Air putih adalah minuman terbaik bagi tubuh Anda. Namun, pada kenyataannya sebagian besar masyarakat Indonesia lebih menyukai minuman manis dibandingkan dengan air putih. Seperti saat minum teh atau kopi, kebanyakan orang memilih menambahkan banyak gula sebagai pemanis. Begitu juga dengan jus, padahal tambahan gula pada jus malah dapat mengurangi khasiat jus itu sendiri.

World Health Organization (WHO) telah menetapkan anjuran agar konsumsi gula pada tubuh tidak boleh melebihi dari 10% total asupan kalori harian. Namun tahukah Anda bahwa pada satu kaleng minuman soda atau jus, kalori yang dihasilkan melebihi batas yang telah ditetapkan tersebut? Padahal makanan dan minuman lainnya yang dikonsumsi sehari-hari juga memiliki kandungan gula yang tinggi. Bayangkan berapa banyak asupan gula Anda jika setiap hari Anda mengkonsumsi minuman soda, jus, teh yang ditambahkan pemanis?

Kelebihan asupan gula inilah yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit pada tubuh. Gula yang berlebih mengakibatkan kalori berlebih, kemudian kalori berlebih inilah yang dapat membahayakan kesehatan Anda. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Kurangi konsumsi minuman manis dan perbanyak minum air putih! Ini adalah cara termudah, hemat, dan sehat yang dapat Anda lakukan setiap hari. Air putih adalah minuman terbaik bagi tubuh, karena Anda tidak perlu khawatir akan kalori, gula atau zat lainnya yang dapat membahayakan kesehatan. Bahkan dengan membiasakan minum air mineral sejak dini, kelebihan berat badan dan karies gigi pada anak-anak dapat dicegah.

Saat Anda haus yang tubuh Anda perlukan adalah air, bukan gula. Jadi, berikan apa yang diperlukannya. Ayo mulai sekarang berikan hidrasi terbaik bagi tubuh Anda dengan air putih! Dengan begitu, Anda pun sudah selangkah ke depan menuju hidup sehat!

Jumat, 16 Juli 2010

Biar Sehat, Makanlah Ikan !



Sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut yang sangat luas, sebenarnya Indonesia sangat unggul dalam hal produksi ikan dan makanan laut. Sayangnya, konsumsi masyarakat akan produk seafood yang kandungan gizinya mencerdaskan sekaligus menyehatkan itu masih rendah.

Menurut data, konsumsi ikan nasional saat ini baru mencapai 19.14 kg per kapita per tahun. Idealnya, kita mengonsumsi 24,0 kg/ kapita/tahun. Bandingkan dengan konsumsi ikan di Jepang yang mencapai 110 kg/kapita, Amerika 80 kg, Singapura 80 kg, serta Malaysia 45 kg. Sebagai negara bahari, jelas kita sangat ketinggalan.

Sampai saat ini posisi Jepang sebagai negara pengonsumsi ikan terbesar di dunia masih tak tergoyahkan. Tak heran bila Negara Matahari Terbit itu unggul dalam berbagai bidang. Umur harapan hidup rata-rata penduduk Jepang saat ini juga menempati posisi tertinggi di dunia, yaitu 76,3 tahun untuk pria dan 82,5 tahun untuk wanita.

Rasanya sudah tak terhitung penemuan ilmiah dari ahli gizi dan kesehatan dunia yang membuktikan ikan dan jenis seafood lainnya sangat baik untuk kesehatan serta kecerdasan manusia. Hal ini disebabkan ikan mengandung 20 protein yang mudah dicerna. "Daya cerna tubuh terhadap ikan lebih dari 90 persen sehingga baik untuk semua kelompok umur," papar Prof.Made Astawan, ahli teknologi pangan dari Institut Pertanian Bogor.

Ikan juga mengandung asam lemak tak jenuh omega-3 jenis asam lemak dokosa heksaenoat (DHA) dan eikosa pentaenooat (EPA) sehingga dapat mencegah segenap penyakit yang berhubungan dengan kolesterol. "Omega 3 telah terbukti mencegah aterosklerosis yang akan mencegah penyakit jantung juga meningkatkan kecerdasan otak dan memperbaiki penglihatan," kata Made.

Kandungan gizi lain yang penting dari ikan dan produk laut adalah vitamin, terutama vitamin A, serta mineral penting seperti zat besi, kalsium, dan iodium. "Iodium sangat mendukung proses tumbuh kembang anak dan juga mencegah penyakit gondok," urainya.

Jumat, 09 Juli 2010

7 Rahasia Otak Pria



Benarkah yang ada dalam otak pria hanya urusan seks? Benarkah pria juga bisa tersentuh hatinya hingga menitikkan air mata? Baca yang berikut ini untuk menguak rahasia otak pria.

1. Lebih emosional
Perempuan memang dikenal lebih emosional. Padahal sesungguhnya pria juga punya reaksi emosi yang kuat, tetapi itu sebelum mereka menyadari perasaannya.

Dalam sebuah penelitian yang dimuat di jurnal Scandinavian Journal of Psychology, diketahui begitu seorang pria sadar atau mengenali perasaan hatinya, mereka akan langsung memasang tampang datar. Tak heran kalau mereka dianggap lebih "kuat" menahan emosi.

2. Tak tahan kesepian
Meskipun ada saat-saat tertentu dalam hidup ini yang membuat kita merasa kesepian, ternyata perasaan sendiri ini lebih menyiksa bagi kaum pria. Penelitian menyebutkan kesepian bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

Karena itulah, pria yang memiliki hubungan yang stabil cenderung lebih sehat, panjang umur, dan memiliki kadar hormon pelawan stres lebih tinggi. Studi yang dimuat dalam jurnal Biology of Reproduction tahun 2009 menyebutkan pria yang menikah memiliki tingkat kesuburan lebih panjang dibanding pria yang jomblo.

3. Fokus pada solusi
Banyak orang berpendapat bahwa kaum perempuan merupakan teman curhat yang baik karena mereka mudah berempati. Sesungguhnya "sistem empati" dalam otak pria juga memberikan respon saat orang lain terlihat stres atau bermasalah. Namun, bagian otak lain yang berfokus pada solusi segera mendominasi.

"Dengan segera berbagai solusi pada masalah segera bermunculan di otak pria," kata Dr.Louann Brizendine, ahli psikologi klinik dari Univesity of California, AS. Akibatnya, pria akan lebih fokus untuk menawarkan solusi ketimbang menunjukkan solidaritas atau berempati pada perasaan orang lain.

4. Mudah tergoda
Hormon testosteron punya kaitan erat dengan sikap agresif dan kekerasan. Namun hormon ini juga mengatur libido. Pada pria, testosteron ini jumlahnya enam kali lebih banyak dibanding pada wanita. Itu sebabnya laki-laki jauh lebih terobsesi terhadap seks daripada perempuan.

5. Posesif
Dalam teori evolusi, salah satu tugas pria adalah mempertahankan teritorinya. Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan area otak "mempertahankan teritori" ini lebih luas dibanding pada otak hewan betina. Meskipun perempuan juga punya kecenderungan untuk posesif, namun pria relatif tak segan menggunakan kekuatannya ketika teritori mereka, bisa berupa keluarga atau kekasih, terancam.

6. Menyukai hirarki
Hirarki yang tidak jelas bisa mendatangkan rasa cemas bagi pria. Mereka akan bingung menentukan siapa yang paling berkuasa. Karena itu sistem komando, seperti yang dipraktikkan oleh militer atau organisasi perusahaan, akan meredakan pengaruh testosteron dan mengekang sikap agresif pria.

7. Siap menjadi ayah
Pada saat kehamilan, bukan hanya hormon calon ibu yang berubah, tapi juga calon ayah. Pada pria juga akan terjadi peningkatan hormon prolaktin dan penurunan testosteron. Dengan kata lain, pada otak pria juga terjadi perubahan sedemikian rupa yang membuatnya siap menyambut calon buah hatinya.

Sabtu, 06 Maret 2010

Tips Sehat Rasulullah


1. SELALU BANGUN SEBELUM SUBUH
Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum subuh, melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu,sholat subuh berjamaah.
Hal ini memberi hikmah yg mendalam antara lain :
- Berlimpah pahala dari Allah
- Kesegaran udara subuh yg bagus utk kesehatan/ terapi penyakit TB
- Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan
2. AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN
Rasul selalu senantiasa rapi & bersih, tiap hari kamis atau Jum’at beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi. "Mandi pada hari Jumaat adalah wajib bagi setiap orang-orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman" (HR Muslim)

3.
TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN
Sabda Rasul :
"Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan) "(Muttafaq Alaih)
Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda :
Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan.Bahkan ada satu tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dengan adanya
Puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan
4. GEMAR BERJALAN KAKI
Rasul selalu berjalan kaki ke 
Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya. Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir,pori- pori terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung

5. 
TIDAK PEMARAH
Nasihat Rasulullah : "Jangan Marah"diulangi sampai 3 kali. Ini menunujukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa.
Ada terapi yang tepat untuk menahan marah :
- Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring
- Membaca Ta 'awwudz, karena marah itu dari Syaithon
- Segeralah berwudhu
- Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati

6. 
OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA
Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, 
istiqomah dan bekerja keras, serta tawakal kepada Allah SWT

7. 
TAK PERNAH IRI HATI
Untuk menjaga stabilitas hati & kesehatan jiwa, mentalitas maka menjauhi
iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat. ::Ya Allah,bersihkanlah hatiku dari sifat sifat mazmumah dan hiasilah diriku dengan sifat sifat mahmudah...: :

Sumber : http://www.islamic-center.or.id/

Jumat, 13 November 2009

Benarkah Kita Sudah Mengenal Diri Sendiri?


Dalam pergaulan kerap ditemui orang yang persepsi tentang dirinya sendiri tidak klop dengan kenyataan. Tapi umumnya orang mengatakan, saya paham betul siapa dirinya.

Semakin tua orang diharapkan semakin matang. Bisa diibaratkan seperti bawang, yang terkelupas kulitnya satu per satu, sehingga tidak perlu membentengi dirinya dengan segala macam kebohongan atau kepura-puraan. Ia tak perlu topeng, sehingga hidupnya lebih enak, lebih ringan, karena menjadi diri sendiri.


Tapi tidak demikian dengan Bu Intan. Ia tak pernah menampilkan diri apa adanya. Wanita pintar berambut lebat ini lebih suka menarik diri dari pergaulan karena tidak bisa berbahasa Inggris.

“Dibanding teman-teman, saya bukan apa-apa,” katanya. Ia minder, merasa dirinya tidak pantas diperhitungkan dan tempatnya di belakang, karena tidak pernah bisa berkomunikasi jika ada tamu bule. Maka Bu Intan selalu menyingkir atau pura-pura sakit jika harus bertemu orang dari negara lain.Padahal teman-temannya tidak pernah menganggapnya remeh. Bu Intan bahkan sangat disukai dan dihormati, karena ia orang yang paling teliti dalam pekerjaan. Ia juga pendengar yang baik, sehingga menjadi tempat curhat teman-temannya.

Sayangnya hal-hal positif itu tidak dianggapnya penting, dan dia lebih menampilkan dirinya sebagai orang yang nilainya lebih rendah. Padahal, banyak orang lain yang tidak bisa bahasa Inggris tetap sukses dalam pekerjaan dan pergaulan.

Ini berkebalikan dengan Pak Badu, sebutlah begitu. Anak muda yang belum lama masuk dunia politik ini, menilai dirinya terlalu besar. Dengan posisi politik dan kedudukannya sebagai anggota DPR, ia mengira bisa mengatur negara dan menentukan ini itu seperti yang diinginkannya.

Di hadapan rekan-rekannya dalam suatu acara reuni misalnya, dia bisa berkata, “Oh, gampang itu. Saya akan atur nanti supaya si Itu dilepaskan dari kabinet dan diganti dengan si Ini.”

Dalam acara dengar pendapat dengan seorang penegak hukum yang reputasi, integritas, dan moralnya sangat bagus dia berkata, “Saya ingin menguji Saudara….,” atau bahkan, “Saya ingin menasihati Saudara….”

Mendengar itu semua, teman yang mengenal Pak Badu terheran-heran. “Dia itu siapa, kok, berani-beraninya bicara begitu kepada orang tua yang sangat disegani itu.” Temannya yang lain berkomentar, “Kasihan betul Badu ini, dia sudah tidak kenal lagi siapa dirinya.”

Kenyataan dan Asumsi
Mengapa orang bisa seperti itu? Mengapa harus membohong terus? Mungkin mereka dan bahkan kita sendiri mencoba tampil seperti yang kita kira bagus, tapi sebetulnya tidak sesuai dengan kenyataan diri kita.

Lalu, siapa diri kita sebenarnya? Apa yang kita tahu betul tentang diri kita? Apakah kita tahu tentang kelemahan dan kekuatan kita? Dan apa yang kita kira kita tahu tentang diri sendiri itu lantas terbukti atau sesuai dengan kenyataan? Kalau itu kelebihan, apakah orang lain juga mengakuinya? Dan kalau itu kita kira sebagai kekurangan, apakah orang lain juga mengakui itu kekurangan kita?

Semakin mendekati jarak antara kenyataan dengan apa yang kita asumsikan tentang diri kita, itu berarti baik karena kita mengenal diri sendiri. Begitu pula sebaliknya. Semakin jauh jarak antara kenyatan dengan apa yang kita perkirakan tentang diri sendiri, artinya buruk sekali pengenalan diri kita.

Apa akibatnya jika orang tidak kenal dirinya, sehingga jarak antara asumsi dan kenyataan tentang diri sendiri begitu jauh? Tak bisa lain, orang itu harus terus berusaha mengingkari kenyataan tentang dirinya. Barangkali dalam kenyataan sehari-hari muncul dan sering kita temui dalam bentuk over compensation, membual, melebih-lebihkan, atau bahkan mengecilkan orang lain untuk meninggikan diri sendiri, berbohong dan seterusnya jika merasa dirinya paling hebat. Ia tidak berpijak pada kenyataan, sehingga dalam bekerja biasanya hanya omong doang.

Begitu pula sebaliknya orang yang mengira diri sendiri negatif, akan sangat minder, menarik diri dari pergaulan, mengurung diri, tidak mau melakukan apa pun. “Apalah artinya saya, siapa yang mau mendengarkan saya,” adalah contoh ungkapan yang sering diucapkan orang dengan persepsi diri negatif. Orang ini sebetulnya sangat tertekan pada kelemahan dirinya.

Baik yang menilai dirinya terlalu tinggi maupun terlalu rendah, keduanya tidak sesuai kenyataan dan itu berarti jelek. Hal ini secara mental atau psikologis tidak sehat. Orang yang selalu pakai kedok akan capek, lalu memberikan stres yang besar pada diri sendiri.

Solusi
Dalam psikologi ada konsep yang disebut Johari Window atau Jendela Johari, yang menggambarkan pengenalan diri kita. Ada empat jendela dalam Jendela Johari.

(1) Jendela terbuka. Hal-hal yang kita tahu tentang diri sendiri, tapi orang lain pun tahu. Misalnya keadaan fisik, profesi, asal daerah, dan lain-lain.
(2) Jendela tertutup. Hal-hal mengenai diri kita yang kita tahu tapi orang lain tidak tahu. Misalnya isi perasaan, pendapat, kebiasaan tidur, dan sebagainya.
(3) Jendela buta. Hal-hal yang kita tidak tahu tentang diri sendiri, tapi orang lain tahu. Misalnya hal-hal yang bernilai positif dan negatif pada kepribadian kita.
(4) Jendela gelap. Hal-hal mengenai diri kita, tapi kita sendiri maupun orang lain tidak tahu. Ini adalah wilayah misteri dalam kehidupan.

Semakin besar daerah/jendela terbuka kita akan semakin baik, karena berarti kita mengenal diri secara baik. Orang yang memiliki daerah tertutup lebih besar akan mengalami kesulitan dalam pergaulan. Adapun mereka yang memiliki daerah buta sangat besar, bisanya akan membuat orang lain merasa kasihan.

Kepada orang yang kita kenal dekat, jendela itu harus dibuka semakin besar, juga bila kita ingin bekerjasama dengan orang lain. Bagaimana membuka jendela? Bagaimana kita bisa kenal diri sendiri? Bagaimana kita memiliki jendela terbuka yang semakin besar?

1. Bersedia menerima umpan balik, secara verbal maupun non-verbal.

a. Bersedialah untuk menerima kritik, saran dan pendapat dari orang lain tentang diri kita. Kalau ada orang yang memberikan kritik sangat pedas, ada baiknya dikaji. Jika merasa tidak benar, tanyakan, mengapa dia mengungkapkan hal itu, cari klarifikasi, dan bukan membalas menghajarnya atau mengkritik balik. Kritik adalah bentuk umpan balik yang berisi informasi negatif tentang diri kita, yang mungkin kita anggap kelemahan. Harusnya kritik itu berisi saran, karena kritik itu berarti menunjukkan kesalahan dan harus bisa memberitahu bagaimana jalan keluarnya

b. Kita juga harus mau lebih membuka diri. Ungkapkan kalau ada uneg-uneg, kekesalan, kejengkelan dan sebagainya. Bisa lisan bisa tertulis harus diungkapkan terus terang. Bisa juga kita membuka kekuatan atau kelemahan diri kita,dibagi kalau berupa kekuatan. Ini cara supaya orang lain lebih mengenali diri kita, dan kita pun makin tahu tentang diri sendiri. Kita tidak mungkin mengenali diri sendiri hanya dari muka cermin, tapi juga melalui orang lain supaya kita mendapat gema atau echo dari orang lain.

2. Bagaimana cara kita membuka diri? Banyak bergaul, berteman baik, memperluas hubungan interpersonal dan berkomunikasi. Dengan cara ini kita akan mendapat masukan dari banyak orang. Semakin luas pergaulan akan mendapat masukan lebih banyak mengenai diri kita. (Widya Saraswati)

Sumber Kompas